Karawang-BeritaTerbaru.Wiki.Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mencanangkan program wajib belajar bagi setiap warga negara Indonesia, untuk tujuan untuk menjamin terselenggaranya program belajar, pemerintah mengadakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dengan adanya dana BOS,tidak sedikit pula oknum pendidik terjerat hukum karena silau melihat uang,karena beberapa kasus pengalokasian, penyaluran dan penggunaan dana BOS diduga keras banyak yang rekayasa atau dugaan mark up alias rawan korupsi.

Hasil penelusuran penggunaan dana BOS tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri yang ada di Karawang terindikasi melakukan dugaan praktek korupsi dana BOS yang cukup fantastis, sayang, kepala sekolah yang konon kabarnya tinggal di Padalarang Bandung ini, ketika media ini melakukan klarifikasi via WhaaApp tidak merespon, ironisnya Oknum Kepsek yang biasa di panggil pak Ad ini mala memblokir nomor WhaaApp wartawan media ini.

Wartawan terus mencoba melakukan klarifikasi via telepon seluler, yang bersangkutan tetap tidak merespon, via pesan singkat SMS,wartawan mengirim pesan agar membuka blokir WhaaApp, tetap diabaikan.

Sekolah SMA Negeri yang masih tergolong seumur jangung dan tahap pembangunan ini, oleh oknum kepsek diduga menjadikan ajang arena korupsi dana pendidikan, dan patut diduga untuk memperkaya dirinya, tanpa mengindahkan ultimatum para penegak hukum, yang menegaskan “bagi oknum guru yang melakukan korupsi dana BOS diancam hukuman seumur hidup”.

Dengan menghindarnya oknum kepsek dari upaya klarifikasi media ini, patut diduga bahwa kepsek atas dugaan informasi miring yang dialamatkan pada dirinya seakan tidak bisa di bantahkan. Dengan kata lain, kalau tidak berbuat salah kenapa harus menghindar dari wartawan dan takut di publikasikan?.

Ketika wartawan media ini berusaha melakukan klarifikasi kembali kepada kepsek dengan mengunjungin sekolah SMA Negeri tersebut selalu gagal, karena yang bersangkutan selalu tidak berada di sekolah, menurut pengakuan para guru selalu mengatakan bahwa kepala sekolah belum datang.

Iklan
Gedung sekolah yang sedang tahap pembangunan

Adapun realisasi dana BOS yang diduga rawan rekayasa pada sebuah kegiatan selama tahun 2018 dengan rincian sebagai berikut; Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah pada triwulan pertama melaporkan besaran dana yang terpakai Rp.5.450.000, untuk triwulan kedua Rp.8.650.000, triwulan ketiga Rp.6.871.400 dan triwulan ke empat Rp.18.796.200.

Sementera pada kegiatan lainya pengelolaan sekolah besaran dana BOS yang alokasikan pada triwulan pertama Rp.40.437.000, pada triwulan kedua Rp.28.057.600, triwulan ketiga Rp.32.583.850 dan triwulan ke empat Rp.87.623.450.

Penerimaan Peserta Didik Baru
Trwulan pertamaRp.8.410.000
Triwulan kedua Rp.2.851.000
Triwulan kedua Rp.7.350.000. Dan Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler trwulan pertama Rp.24.829.300, triwulan kedua Rp.23.873.000, triwulab ketiga Rp.25.591.000.Triwulan ke empat Rp.81.887.400.

Kegiatan Evaluasi Pembelajaran
Pada triwulan pertama Rp.87.291.900, triwulan kedua Rp.52.667.500, triwulan ketiga Rp.10.995.700, triwulan empat Rp.31.880.0005. Dan untuk pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pengembangan Manajemen Sekolah Triwulan pertama Rp.6.060.000, triwulan kedua Rp.1.000.0000, triwulan ketiga Rp 12.410.000.

Untuk langganan Daya dan Jasa
Pada triwulan pertama Rp.6.611.800, triwulan kedua Rp.8.772.500, triwulan ketiga Rp.1.605.000 dan triwulan ke empat Rp. 6.525.000. (B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here