Karawang-BeritaTerbaru.Wiki. sejumlah siswa/i lulusan sekolah Menengah Kejuruan IPTEK Cilamaya mengeluh atas keputusan pihak sekolah yang terkesan menghambat karir anak dalam menjangkau masa depanya, karena tidak bisa mengambil ijazah dan ditahan oleh pihak sekolah.

Keputusan itu diduga keras mengkangkangi atas penegasan terhadap Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, atau bahkan Dinas Pendidikan Provinsi yang menegaskan bahwa tidak diperkenankan menahan atau tidak memberikan ijazah kepada pemilik ijazah sah dengan alasan apapun.

Hal ini diingatkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Firman Adam seperti dilansir dari laman resmi Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu.

“Sekolah berperan untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada para peserta didik. Salah satunya adalah memberikan ijazah kepada para siswa yang telah lulus,” tegas Firman.

Penegasan itu dikuatkan dalam Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tentang Bentuk, Spesifikasi, dan Pengisian Blangko Ijazah pada Satuan Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2017/2018.

Dikatakan, Ijazah merupakan dokumen resmi yang diterbitkan sekolah sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus dari satuan pendidikan.

Iklan

“Sekolah sebagai pelayan pendidikan tidak diperkenankan untuk menahan ijazah para peserta didik. Jika adanya penahanan ijazah tersebut akan dikenakan sanksi,” ujar Firman saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Pada pasal 1 ayat (2) dijelaskan bahwa satuan pendidikan adalah satuan pendidikan dasar dan menengah yang meliputi Sekolah Dasar ( SD), Sekolah Menengah Pertama ( SMP), Sekolah Menengah Atas ( SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Sejumlah siswa mengaku kesulitan mendapatkan ijazah dari sekolah dengan alasan bahwa pembayaran belum lunas dan bila ingin mendapatkan ijazah siswa/i wajib membayar tunggakan, pihak sekolah hanya mau memberikan foto copyan sebelum pembayaran lunas.

PUNGLI.

Dugaan pungutan liar yang kerap terjadi dan terus tertutup membuat orang tus siswa semakin sulit untuk menuai hasil dan bukti anaknya telah lulus dari SMK IPTEK Cilamaya, adapun dugaan pungli yang kerap terjadi infak dan kegiatan akhir tahun.

Terkait penahanan ijazah dan dugaan pungli, hingga berita ini diturunkan pihak sekolah belum bisa di konfirmasi. (Blt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here