BATAM.BeritaTerbaru.Wiki. Dengan adanya penambahan Pembangunan 2 kelas di SMAN 4 Tiban Kampung yang kini masih dalam tahap dikerjakan oleh pihak pemborongnya. Dan dengan dasar pembangunan tersebut, Kepsek bersma komite aji mumpung pada ortu siswa baru.

Sejumlah Ortu Siswa mengatakan, bahwa sudah menjadi tradisi di sekolah bentuk pungli, orang tua menurut saja, sebab takut terjadi tekanan pada anaknya bila mereka tidak membayar.

Demikaian pengakuan sejumlah Ortu siswa di SMAN 4 Tiban Kampung pada saat penerimaan siswa baru, pihak sekolah dengan terang-terangan melakukan pungutan uang pembangunan terhadap orang tua murid, dengan perincian Uang pembangunan Rp 1.500.000, uang komite Rp 200.000 / bulan, langsung bayar 2 bulan, baju 5 stel (Putih Abu-Abu, Pramuka, Batik, Olah Raga, dan pakaian Melayu) Rp1.350.000. Menurut penjelasan nara sumber yang dapat dipercaya, siswa baru yang mendaftar diluar online dikenakan pungutan Rp 3000,000 sampai Rp.5000 000.

Atas keluhan dan tudingan para ortu siswa terkait Pungli di SMAN 4, kepela sekolah SMAN 4 baik via sms tidak berseia memberikan keterangan,dan menantangan wartawan untuk memberitakan apa mau beritakan. “Disini tidak ada yang mau dikomfirmasi, kalau mau beritakan, beritakan saja. Ujar Kepsek melalui stafnya.
Selulernya Lombok Napitupulu yang di sebutsebut sebagai pemborong pembangunan 2 kelas ketika di konfirmasi via telepon selulernya 4/08, mengaku, bahwa pembangunan tersebut, dari dana KOMITE, dan didapat dari Kepsek dan ketua Komite, dan yang belanja juga Kepsek dan mengaku bahwa pihaknya hanya sebatas pekerja.
Wartawan BeritaTerbaru.Wiki 10/08 berusaha melakukan klarifikasi pada Kepala Sekola dan ketua Komite SMAN 4 yang di tenggarai sejoli membuat komitmen untuk melakukan pungli tetap gagal. “Kepsek lagi sibuk ada tamu dari tipikor”

Ketika zonadinamika.com berbincang-bincang dengan para pekerja di lokasi pembangunan sekolah, mengatakan bahwa pemborong ke dua ruang kelas tersebut adalah Napitupulu.

Iklan

Di Tanya berapa anggaran pada pembangunan tersebut tidak ada yang tahu, namun sepengtahuan mereka anggaran berasal dari DAK.
Mengutip pengakuan Kepala sekolah SMAN 4 Tiban Kampung Dra Tapi Winanti menjelaskan dari kutipan Haluan Kepri pada tanggal 2 july 2013, menegaskan, bahwa pada PPDB di sekolahnya tidak memungut biaya apapun termasuk dana pembangunan.

Karena kata dia untuk pembangunan ini telah dijamin sepenuhnya oleh pemerintah. “Biar pemerintah yang membangun local dan sarana lainnya, kewajiban siswa hanya membayar uang komite saja perbulan dan baju seragam Rp180 ribu, baju olahraga Rp160 ribu, dan baju melayu Rp200 ribu,”

Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa ada biaya pembangunan Hingga Rp 1.500.000/murid dan mengapa Kepsek berpidato ketika upecara pertama penerimaan murid baru, ” Selamat datang buat murid baru yang sudah bergabung di SMAN 4 ini, kita lagi ada pembangunan penambahan 2 kelas, dan saya ucapkan trimakasih kepada donator sekolah kita ini, yaitu orang tua murid dalam pidato kepsek dihadapan para ortu dan siswa baru.

Udin Sialoho Sekretaris komisi IV DPRD Kota Batam dengan tegas mengatakan “ Laporkan saja ke yang berwajib Saya sudah patah arang untuk membenahi dunia pendidikan di Batam, jangan bilang ada urusan pribadi dengan Kepsek, makanya saya minta untuk dimelaporkan saja kepolisi. Ujar Udin membela diri.

Sampai berita ini diterbitkan sudah tiga edisi, Kadis Pendidikan kota Batam Muslim Bidin belum bisa dikomfirmasi, di SMS tidak dijawab. Padasaat Kabid Program ditemuin, “ Kita Kabid sudah dapat intruksi dari Kadis,tidak boleh komentar pada media masalah sekolah, yang berhak kasi stekmen adalah Kadis sendiri. Jadi saran saya langsung saja komfirmasi kepada Kadis.Ujar Kabid Program berdalih.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here