Rohil-BeritaTerbaru.Wiki.Kantor pengawasan dan pelayanan.Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Dumai.Dibawah kepemimpinan Fuad Pauzi berhasil mengagalkan 4 truk alat kesehatan ( Alkes),2 (dua) truk bermuatan 550 karung sarung tangan latek,ditahan halaman kantor Bea Cukai Dumai(2) truk bermuatan 201 karton obat obatan di serahkan ke BPOM Pekan baru guna proses lanjut.

Saat wartawan ini. Zonadinamika.News.Com melakukan konfirmasi ke pihak BEACUKAI tipe b kota Dumai menaungi wilayah Kabupaten Rohil dan Dumai kepala Fuad Pauzi melalui kasi pelayan dan penyuluhan informasi Gatot Kuncoro berkomentar,”betul ada 4 truk berisi alkes berupa sarung tangan latek, 2 truk,obat obatan dan langsung kami serahkan ke pihak BPOM guna proses lanjut dan barang keseluruhan nya menjadi milik negara, dilelang apa dimusnah kan tergantung putusan pengadilan.

Hingga saat ini, barang bukti 2 truk bermuatan sarung tangan latek, disita dan menjadi barang milik negara, kini diamankan oleh Bea dan Cukai di halaman tempat penimbunan Pabean kantor Bea dan Cukai Dumai. jalan datuk laksamana no 1, kelurahan Buluh Kasap,Kecamatan Dumai Timur ,Pemko Dumai,selas 26/1.

Aset bangsa yang harus dijaga dan
diselamatkan, kalau bukan mereka para tenaga kesehatan yang berada digarda terdepan menghadapi virus corona, siapa lagi ?. Kita sebagai warga masyarakat wajib turut menjaga keselamatan mereka, selain disiplin menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, memastikan mereka terlindungi dengan memakai alat kesehatan (alkes) yang memenuhi standard keselamatan mereka, para pahlawan kesehatan kesehatan.

Iklan

Tragisnya dimasa yang sangat sulit ini, ada sebagian masyarakat yang tega memanfaatkan kesempatan untuk mengambil keuntungan. Entah karena tergiur harga yang lebih murah, atau sebab lainya, Jumat tanggal 15 Januari 2021 sekira pukul 02:00 WIB, petugas Bea Cukai Dumai berhasil menegah dan menindak masuknya barang barang berupa alat kesehatan (Sarung tangan dari karet) yang kemungkinan tidak layak pakai (bekas). Berhasil pula ditegah obat obatan berbagai jenis, yang sedang dibawa kendaraan truk sebanyak total 4 (empat) truk. Penindakan yang dilakukan didaerah Jl. Lintas Sumatera, Kec. Bangko Pusako, Kab. Rokan Hilir, diduga merupakan barang impor yang tidak mengindahkan ketentuan kepabeanan.

Adapun kronologis kejadian adalah sebagai berikut :
1. Pada hari Kamis tanggal 14 Januari 2021 Bea Cukai Dumai mendapatkan informasi tentang adanya kapal yang sedang melakukan aktifitas pembongkaran barang impor di sekitar Rokan Hilir, Provinsi Riau.
2. Menindaklanjuti informasi tersebut, Sekitar pukul 21.00 Tim survelance Bea Cukai Dumai menuju lokasi pembongkaran untuk memastikan kebenaran informasi.
3. Hingga akhirnya sekitar pukul 21.45 petugas menemukan dua truk yang dicurigai, kemudian petugas melakukan pembuntutan terhadap kedua truk tersebut, sembari terus melakukan koordinasi.
4. Pukul 01.30 tanggal 15 Januari 2021 truk tersebut berhenti untuk istirahat dan kemudian bergabung dengan 2 truk lainnya disekitar Jl. Lintas Sumatera, Kec. Bangko Pusako, Kab. Rokan Hilir.
5. Pukul 02.00 Tim Bea Cukai Dumai bekerja sama dengan POM AL Dumai melakukan pemeriksaan terhadap mobil truk tersebut dan mengamankan 4 (empat) unit mobil truk dan barang yang dimuat didalamnya berupa obat obatan yang diduga ilegal, serta limbah alat kesehatan berupa sarung tangan bekas yang diduga asal impor.
Atas temuan dugaan pelanggaran, petugas Bea Cukai Dumai melakukan penegahan dan penyegelan terhadap barang dan sarana pengangkut, serta 7 (tujuh) orang yang mengangkut barang barang tersebut dan dibawa menuju Kantor Bea Cukai Dumai guna pemeriksaan dan penelitian lebih lanjut.

Saat ini terhadap 2 (dua) truk dengan muatan 201 (Dua ratus satu) karton obat-obatan telah diserah terimakan ke BPOM Pekanbaru untuk penanganan lebih lanjut, sementara terhadap 2 (dua) truk dengan muatan 550 karung berupa limbah sarung tangan latek proses penelitian dengan berkoordinasi Tim Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Provinsi Riau.

(Rusdi)
.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here