Karawang,BeritaTerbaru.Wiki. Kejaksaan Negeri (kejari) Kabupaten Karawang akhrinya menetapkan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan sarana dan prasarana Posyandu bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

“Dua tersangka ini merupakan PNS BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahaan Desa), masing-masing bernama Mamat alias MR dan Amsir alias AS,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karawang, AM Arifin, Selasa (15/12).

Dijelaskan Kajari, kedua Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut ditetapkan tersangka setelah penyidik Kejari mendapatkan alat bukti. Namun, saat ini pihaknya belum bisa memastikan jumlah kerugian dari kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

“Pembangunan Posyandu bantuan dari Provinsi, pengerjaan proyeknya tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya,” ujar Arifin.

Pemprov Jawa Barat, ungkap Arifin, memberikan bantuan dana untuk sarana dan prasrana Posyandu di 90 desa sekitar Karawang sekitar Rp. 3 miliar. Masing-masing desa menerima Rp. 158 juta per Posyandu.

Iklan

“Modusnya, bantuan dana untuk sarana dan prasana Posyandu itu tidak dikerjakan 100 persen. Tetapi laporannya diselesaikan 100 persen,” ungkapnya.

Arifin menyatakan, penanganan kasus dugaan tipikor tersebut sudah ditangani sejak tahun 2014, dan baru ditetapkan tersangka pada Selasa (15/12) ini.

Meski kedua PNS tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi Kejari memilih untuk tidak melakukan penahanan. (FAR/zd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here