Atambua – BeritaTerbaru.Wiki, Persoalan Beras Raskin yang menjadi perdebatan minggu lalu antara masyarakat Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Kepala Desa dan Pemerintah Daerah di DPRD nampaknya mendapat jalan buntu.

Sebab DPRD Kabupaten Belu kemudian mengeluarkan Surat Rekomendasi kepada pihak Kepolisian untuk menindak Kepala Desa Tohe sesuai jalur hukum.
Kepala Dusun Kotafoun A dan Kotafoun B Hesa Tohe yang ditemui media di Polres Belu, Rabu, 02/12/15 mengatakan bahwa mereka datang untuk memenuhi panggilan atas rekomemdasi dari DPRD minggu lalu mengenai beras raskin ke 13 tahun 2014.

Dikatakan Kepala Desa bahwa telah hangus dan Raskin 2015 Tahap II, III, IV yang sudah masyarakat setorkan uangnya sejumlah Rp 29.295.000 di tahun 2014 dan Rp 175.000.000 di tahun 2015 ke Kepala Desa dan hingga sekarang belum mereka terima.

“Kami dijanjikan oleh Kepala Desa untuk terima 7 karung dan sampai sekarang belum kami terima,” Kata Kadus.
Petrus Bere Ati, Kepala Dusun Kotafoun B menegaskan bahwa Kepala Desa Tohe harus mempertanggung jawabkan masalah ini secara hukum.

Iklan

Petrus juga meminta kepada pemerintah melalui bagian ekonomi untuk mendukung mereka menyelesaikan masalah ini hingga tuntas.

“Kami berharap kepala Desa itu dipenjarakan saja dan beras kami harus kami terima karena itu hak kami,” Tegas Petrus. (Nus).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here