Laguboti – BeritaTerbaru.Wiki.Sebanyak 105 desa akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak di wilayah Kabupaten Toba Samosir pada Kamis (5/12/2019) minggu depan.

Desa Sitoluama, kecamatan Laguboti adalah salah satu desa yang turut melaksanakan Pilkades serentak itu dengan tiga orang Calon Kepala Desa (Cakades), Dongan Torang Pangaribuan (DTP) satu diantaranya.

Namun, jelang Pilkades tersebut, sial bagi DTP lantaran dirinya diterpa tudingan telah melakukan pelanggaran hukum, bahkan kabarnya sudah sampai ke ranah hukum, yakni kepada pihak kepolisian.

“Kami tidak tau, apakah kasus ini ada hubungannya dengan Pilkades yang akan dilaksanakan sebentar lagi,” ujar salah seorang warga yang ditemui pada Kamis (28/11/2019) yang mengaku tinggal tak jauh dari kantor Kepala Desa Sitoluama.

Dirinya dan beberapa warga yang ada saat ini mengaku bahwa atas kejadian yang menimpa DTP telah membuat elektabilitas DTP naik hingga 20 persen.

“Banyak warga sini jadi simpatik sama DPT atas musibah yang dialaminya sebab kami merasa DPT tidak mungkin melakukan hal yang didugakan itu sesuai laporan ke polisi,” ujar warga itu dan meminta namanya tidak dituliskan.

“Kami sangat kenal benar siapa si Torang ini, selain baik, dermawan dan tegas, dirinya juga rajin bergereja serta salah seorang yang paling pekerja keras di Desa Sitoluama ama ini,” sebut warga lainnya.

Iklan

Terpisah, Kuasa Hukum DTP, Kirno Sialagan SH kepada para insan pers menyampaikan bahwa benar kliennya itu saat ini masih sedang menjalani pemeriksaan di Makopolres Tobasa sebagai terlapor.

“Hingga saat ini belum ada ketentuan hukum yang menyatakan Dongan Torang Pangaribuan telah melakukan pelanggaran hukum atau dinyatakan telah bersalah,” sebut Kirno seraya mengaku bahwa DTP selama dikenalnya sangat taat kepada hukum.

Kirno juga menyampaikan rasa prihatin atas adanya pemberitaan di media yang menurutnya kurang berimbang, dimana pada berita tersebut dinyatakan seolah olah DTP sudah terbukti melakukan pelanggaran hukum padahal masih terlapor. “Berita itu tanpa azas praduga tak bersalah, terkesan menghakimi,”

“Hal itu sangat berbahaya sekali sebab bisa membuat suasana di Desa Sitoluama memanas apalagi yang sebentar lagi akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa, padahal berita itu belum tentu benar,”

“Jadi, apapun hasilnya, kita serahkan kembali kepada masyarakat Sitoluama dan saya harap masyarakat tidak terprovokasi dengan pemberitaan pemberitaan yang negatif selama ini,” tegas Kirno.

Dalam kesempatan itu juga, dirinya mengaku kemungkinan akan melaporkan pihak yang telah sengaja melakukan perekaman video dan menyebarkannya ke umum sebab hal itu telah merugikan nama baik kliennya itu. (JP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here