Agam Sumbar–Zonadinamika news.com.Bupati Kab Agam Prov Sumatera ( Sumbar ) Dr. H. Indra Catri minta warga setempat untuk bersedia direlokasi kekawasan pemukiman yang sudah disiapkan pemerintah di Dama Gadang, Nagari Tanjung Sani.

Sementara bekas rumah yang rusak ditimbun longsor bisa dijadikan areal perkebunan karena kawasan itu rawan dijadikan areal pemukiman. Namun hal itu masih belum direspon masyarakat yang terdampak bencana tersebut.

Hal ini disampaiakn Bupati Agam Dr H Indra Catri saat meninjau lokasi bencana di Jorong Pantas, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis (4/6) kemarin.

Dampak longsor dan banjir bandang di Jorong Pantas Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (3/6) lalu menyebabkan 5 rumah warga terdampak. Dari lima rumah tersebut, tercatat 2 rumah rusak berat dan 3 rusak sedang.

Kawasan Tanjung Sani masih dinyatakan rawan, karena potensi longsor susulan masih sangat tinggi, apalagi kondisi cuaca yang kerap berubah setiap saat dengan curah hujan yang tinggi disertai angin kencang.

Selain merusak rumah warga, material longsor yang berasal dari pebukitan yang labil bahkan sudah dinyatakan sebagai zona merah pasca gempa dahsyat melanda Sumbar tahun 2009 lalu, galodo yang terjadi juga menyebabkan sarana jalan dan saluran irigasi ditimbun longsor.

Camat Tanjung Raya Handria Asmi menyebutkan untuk tahap awal penanganan pasca bencana longsor di kawasan Tanjung Sani, adalah penanganan dan pembenahan rumah warga yang terdampak longsor tersebut.

Iklan

Sudah dilakukan secara swadaya oleh tim gabungan bersama jajaran kecamatan dan nagari, dengan melakukan pembersihan material longsor yang merusak rumah warga tersebut, terakhir dibantu alat berat.

Terkait dengan rencana relokasi, disebutkan Camat Tanjung Raya itu, pihaknya masih dalam proses pembahasan dan persetujuan warga yang terdampak, termasuk langkah penanganan lebih lanjut.

Lima rumah warga yang terdampak longsor di Jorong Pantas Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya, masing-masing 2 rumah rusak berat milik Syamsudin (46), yang ditempati 4 jiwa, dan rumah milik Imran (53), yang ditempati 5 jiwa.

Sementara rusak sedang milik Salman (63) dihuni 4 jiwa, rumah Yusmarni (42) dihuni 5 jiwa dan rumah milik Yurnal (71) yang ditempati 2 jiwa, yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian.

Penanganan dilakukan tim gabungan kecamatan dan nagari yang sengaja membangun dapur umum untuk kebutuhan konsumsi warga yang terdampak.

(Zaherman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here