perlu mengimbangi percepatan digital dengan mental pengguna digital, sebagai fondasi yang lebih baik dalam berteknologi

Bandung (ANTARA) – Gubernur Jawa Barat Ridwan memaparkan skema Digital West Java pada program Literasi Digital Nasional “Indonesia Makin Cakap Digital 2021” di Kota Bandung, Kamis, bahwa Digital West Java dapat menopang program Literasi Digital Nasional.

Dia menyambut baik acara tersebut dan berharap dengan peluncuran program tersebut dapat memberikan kesiapan mental dari pengguna digital yang lebih ramah dalam berdigital.

“Kami menyambut baik Indonesia Cakap Digital karena fenomena digital itu terlalu akseleratif tapi kesiapan mental dari pengguna digital sekarang menjadi sorotan. Kita tersurvei sebagai netizen tidak ramah se-Asean, “ujarnya di Hotel Aryaduta, Kota Bandung.

Kang Emil berkata untuk mengimbangi percepatan digital dengan mental pengguna digital, sebagai fondasi yang lebih baik dalam berteknologi di Indonesia khususnya Jabar.

“Itu jangan disepelekan. Itu menunjukkan antara kita mental dengan percepatan teknologi itu tidak imbang. Kita butuh fondasi, “katanya.

Selain itu, Kang Emil menyebut fokus Pemda Provinsi Jabar untuk terus mengembangkan insfrakstruktur digital di perdesaan.

” Dari sisi pemerintah kami fokus pada daerah yang jauh dari digital yaitu perdesaan. Makanya di pusat digital Jawa Barat dapat penghargaan lebih dari empat penghargaan dalam dan luar negeri, “katanya.

” Karena berhasil mengubah pelan- pelan masyarakat yang jauh dari kesejahteraan menjadi naik oleh insfrakstruktur digital. Seperti saya sampaikan, ada omzet (pengusaha kecil) 10 juta naik menjadi ratusan juta, “ujarnya.

Baca juga: Program Sambut Indonesia Literasi Digital Nasional

Baca juga: Ambon masuk nominasi kota satelit cakap digital

Masterplan Digital West Java yang akan hadir, Kang Emil mengucapkan, tidak hanya fokus pada pemerintahan digital tetapi akan terus mengedukasi pengguna digital dalam berdigital ramah

Iklan

Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakatan, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat agar lebih siap dalam perubahan dan tantangan digital.

“Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI mengenai percepatan transformasi nasional digital khususnya yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia digital,” katanya

Program literasi digital adalah sebuah keharusan di tengah semakin intensifnya penggunaan internet oleh masyarakat di mana saat ini terdapat 196, 7 juta netizen di Indonesia.

“Tugas kita bersama memastikan setiap anak bangsa yang mampu mengoptimalkan kebermanfaatan internet yang salah satunya dengan potensi digital ekonomi indonesia,” katanya.

“Di saat bersamaan literasi digital adalah keniscayaan untuk membentengi warga net dari negatif internet, “tambahnya.

Program Literasi Digital Nasional Indonesia Makin Cakap Digital 2021 diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Hall Basket Senayan.

Penyelenggaraan kegiatan positif dilakukan secara hybrid. Pelaksanaan offline di Istora Senayan, sedangkan online yang diikuti dilakukan di 514 kabupaten / kota di 34 provinsi di berbagai penjuru Tanah Air.

Program Peluncuran ini juga dihadiri secara online oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Kominfo Johnny G. Plate, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim.

Baca juga: Nadiem: Kecakapan digital tidak hanya soal kemampuan menggunakan gawai

Baca juga : Wali kota Palangka Raya mewadahi literasi digital perkuat pendidikan

Pewarta: Ajat Sudrajat

Editor: Muhammad Yusuf

HAK CIPTA © ANTARA 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here