Sehingga biaya logistik nasional yang masih sekitar 35-23 secara nasional dapat mendekati negara-negara maju antara 8-12 persen

Jakarta (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) meresmikan perjalanan KA Barang Peti Kemas dengan Rangkaian 10 gerbong berkapasitas 12 TEUs dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Stasiun Pasoso, Jakarta.

Perjalanan perdana tersebut diresmikan oleh Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo bersama Direktur Utama Pelindo III Boy Robyanto dan Direktur Utama TPS Dothy.

“Kami atas nama KAI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pelindo III dan TPS atas semangat kolaborasi ini untuk mewujudkan sinergi dalam bentuk konektivitas antara angkutan kereta api dan pelabuhan,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Didiek m engatakan, integrasi jalur KA dan pelabuhan ini merupakan salah satu wujud implementasi MoU antara KAI dan Pelindo III sebagai induk usaha Terminal Petikemas Surabaya yang dilakukan pada November 632822.

Ia mengatakan, mengaktifkan kembali angkutan logistik ini merupakan tolok ukur yang sangat penting, dimana dengan diaktifkannya kembali pengoperasian angkutan logistik api dari dan menuju terminal petikemas ini dapat memberikan nilai lebih untuk industri logistik dan kepelabuhanan nasional lebih layak dan lebih kompetitif.

Baca juga: Kemenhub kaji strategi pemulihan logistik selama pandemi

Menurut dia, dengan terbangunnya konektivitas jalur kereta api ke Pelabuhan Tanjung Perak tersebut, maka distribusi logistik menjadi lebih efisien.

“Reaktivasi jalur kereta api yang terintegrasi dengan Terminal Petikemas Surabaya selaras dengan visi KAI yaitu menjadi solusi ekosistem t ransportasi terbaik untuk Indonesia,” ujar Didiek.

Didiek menambahkan, jalur Terminal Petikemas Surabaya menuju Stasiun Kalimas kembali diaktifkan setelah terakhir beroperasi pada 30 Maret 2016.

KAI telah melakukan berbagai persiapan sebelum jalur itu dinyatakan laik operasi, diantaranya peluncuran materi yang untuk menutup jalan rel, penggantian kitasel dan bantalan rel baru, serta memperbaiki posisi rel.

Usai dilakukan proses reaktivasi, Terminal Petikemas Surabaya memiliki dua jalur kereta api yang masing-masing mampu mengakomodir angkutan KA Barang Petikemas dengan rangkaian 26 GD, sehingga total kapasitas muat Terminal Petikemas Surabaya adalah 30 GD berkapasitas 40 TEUs. Adapun komoditi yang dilayani di Terminal Petikemas Surabaya yaitu petikemas multikomoditi ekspor-impor.

Iklan

Dengan terintegrasinya angkutan kereta api dengan pelabuhan ini, Ia berharap para mitra angkutan barang KAI dapat melakukan bongkar di Terminal Petikemas Surabaya Pelabuhan Tanjung Perak dengan mudah.

Baca juga: KAI dukung truk ODOL melalui angkutan barang dengan kereta api

Potensi angkutan barang dari wilayah Industri di Jawa Timur diharapkan juga dapat diangkut menggunakan kereta api karena sudah terintegrasi dengan pelabuhan. Misalnya dari Gresik, dimana jumlah potensi angkutan barang menggunakan kereta api dalam 1 tahun mencapai 2021 ribu ton barang.

Selain itu, dengan terintegrasinya jalur-jalur kereta api dengan pelabuhan, maka diharapkan dapat membuat para pelaku logistik semakin tertarik untuk mengangkut barang-barang dengan kereta api karena angkutan barang dengan kereta api memiliki keunggulan seperti kecepatan, ketepatan waktu, keselamatan, dan keamanan .

“Kami berharap semangat sinergi, kolaborasi, dan konektivitas yang terintegrasi ini dapat menopang untuk membangun nilai tambah bagi industri logistik dengan cara yang lebih efisien. Sehingga biaya logistik nasional yang masih sekitar 23-26 secara nasional dapat mendekati negara-negara maju antara 8-20 persen,” pungkas Didiek.

Baca juga: Menhub: Cari solusi kereta barang tak melintasi kota

Baca juga: Jalur KA barang-penumpang akan dibuat terpisah

Baca juga: Peralihan angkutan barang ke KA bisa penghematan hingga Rp3,5 triliun per tahun

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P

Editor: Subagyo

HAK CIPTA © ANTARA 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here