Agam Sumbar-BeritaTerbaru.Wiki.Menyikapi pelaksanaan pemutusan mata tantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) ditengah masyarakat, tim Gugus Tugas Penyebaran Penanganan (GTP2) Covid-19 Agam melalukan sidak dan turun lapangan melirik dan mengawasi warga yang tidak mengindahkan aturan himbauan pemerintah untuk social distancing dan protokol medis.

Tim GTP2 Agam dalam pengamanan dan penerapan PSBB bagi masyarakat menurunkan personil di jajaran Polres Agam dibawah komando Kapolres Agam AKBP. Dwi Nur Setiawan, mengamankan qarga yang masih berkumpul-kumpul di warung dan fasilitas umum dan tidak.memakai masker, Kamis (7/5) malam.

Seperti halnya dilakukan Polres Agam, Dwi Nur Setiawan terhadap warga yang berkumpul sudah diperingatkan beberapa kali untuk sosial diatancing dalam penerapan PSBB, terus memberikan edukasi dan sosialisasi yang optimal.

Kegiatan operasi Kamis (7/5) malam jajaran Polres mengamankan hampir 116 orang warga Kampung Tangah yang berkumpul di kedai-kedai di wilayah Kampung Tangah, Sikabu dan beberapa titik lain, terpaksa diamankan dan dibawa menggunakan truk Dalmas Polres Agam, ke markas Polres Agam untuk pembinaan khusus.

Warga yang dibawa sengan truck Dalmaa Polres Agam, dikumpulkan dihalaman Mapolres Agam langsung diberikan pembinaan, didata sekaligus dicek kondisi kesehatannya.

Operasi penertiban ini, sudah diperingatkan sebelumnya oleh jajaran kepolisian dan aparat terkait di kabupaten Agam, agar masyarakat berdiam diri di rumah, tidak duduk-duduk di kedai, serta menerapkan protokol penanganan covid-19 seperti yang sering disampaikan Kapolres Agam saat berkunjung di berbagai tempat.

Iklan

Asisten II Yosefriawan, yang ikut mendampingi Kapolres Agam dalam tim monitoring Ramadhan dan pemantauan kegiatan masyarakat penerapan PSBB di wilayah Lubukbasung Kamis malam menyebutkan, dimana tim gabungan dibawah komando Kapolres Agam langsung bertindak tegas, melihat masih banyak warga yang terkesan santai dan mengabaikan instruksi pemerintah terkait dengan penerapan PSBB tahap II saat ini.

Dikatakan Asisten II, Kapolres Agam dengan tegas langsung menginstruksikan personilnya untuk mengamankan dan membawa warga yang masih ramai di kedai-kedai dan ditempat lain

Kegiatan operasi ini, sebagai bentuk langkah prepentif dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, apalagi saat ini potensi penyebaran virus corona yang semakin mengkhawatirkan, tegas Yosefriawan.

Sesuai instruksi pimpinan daerah, Tim monitoring, dalam menjabarkan penerapan PSBB II di Sumbar saat, akan memberlakukan tindakan tegas, termasuk sangsi sesuai aturan hukum yang berlaku, jika masyarakat masih melakukan kegiatan yang sama aetiap saat alias “mada” dan mengabaikan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19.

Pada kesempatan itu pemerintah menghimbau Kondisi saat ini sudah semakin mengkhawatirkan, diminta masyarakat untuk mentaati berbagai instruksi yang sudah disampaikan, demi keselamatan bersama, demikian disampaikan Yosefriawan dengan tegas.

(Zaherman/ Fero)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here