Silaen-BeritaTerbaru.Wiki. Suatu penomena yang ganjil, dimana kantor Desa Pintu Batu Kecamatan Silaen di saat seharusnya Kepala Desa dan para perangkatnya sudah bekerja namun hingga hampir pukul 09.00 pagi kantor terlihat masih kosong.

Akibatnya, beberapa Warga masyarakat yang sengaja datang ke kantor tersebut untuk mengurus surat menyurat mengaku kebingungan dan kesal sebab tidak ada seorangpun yang berjaga untuk melayani masyarakat.

Hal itu disampaikan salah seorang warga Desa Pintu Batu Silaen yang mengaku boru Napitupulu saat akan mengurus surat pindah anaknya dari desa tersebut ke Medan pada Selasa (5/5/2020) pagi sekitar pukul 08.30.

Boru Napitupulu yang didampingi warga itu kepada media mengaku sengaja datang pagi pagi lantaran dirinya agar sempat mengurus berkas perpindahan itu ke Dinas Catatan Sipil di Balige. Alhasil, merekapun pulang ke kediamannya dengan hampa.

“Kami kesal, tak ada seorangpun orang di kantor ini, padahal pintunya sudah buka, namun ditinggali begitu saja,” lirihnya sambil meninggalkan kantor yang kosong tersebut.

Iklan

Terkait kosongnya Kantor Desa Pintu Batu Silaen tersebut, awak media mencoba menghubungi seluler Kepala Desa setempat, Effendy Panjaitan ke nomor 08136144xxx0, namun sayang nomor tersebut tidak diaktifkan.

Lalu awak media mencoba menghubungi seluler Sekretaris Desa, Jamson Panjaitan. Mengetahui kondisi kantor desa yang masih kosong hingga hampir pukul 09.00 Wib dari awak media, Jamson terdengar kaget. “Sebentar pak saya segera datang ke kantor,” sebutnya.

Atas kosongnya kantor tersebut, Albiker Panjaitan, Sekretaris Kecamatan Silaen kepada media mengaku kecewa bila masih ada perangkat desa yang tidak masuk kantor sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. “Pukul 08.00 Wib, para aparat desa harus sudah berkantor,”.

“Para perangkat desa, dimanapun itu, seharusnya sudah masuk kantornya mulai pada pukul 08.00 Wib pagi. Bila tidak, jelas mereka sudah melakukan kesalahan. Dalam hal ini, kepala desa sudah bisa diberi peringatan,” tegasnya.

Terpisah, salah seorang warga Desa yang meminta namanya tidak disebutkan menuding bahwa para perangkat di desa itu memang kerap makan gaji buta alias korupsi waktu. “Selalu bolos kerja, padahal makan gaji. Iah, gaji butalah itu,” pungkasnya miris. (JP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here