Mahalnya bahan baku industri baja tahan produksi para pelaku usaha untuk mengurangi produksi, bahkan ada yang sudah tidak beroperasi, kondisi ini hampir semua pelaku IKM baja ringan

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Perkumpulan Seluruh Industri Baja Ringan Indonesia (Persibri) Liang Wali mengungkapkan adanya pelaku usaha baja ringan akan kesulitan dalam memperoleh bahan baku karena melonjaknya harga baja.

“Mahalnya bahan baku industri baja tahan para pelaku usaha untuk mengurangi Bahkan ada yang sudah produksi, kondisi ini hampir melayani oleh para pelaku IKM baja ringan, “kata Wali di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan sebanyak 45 anggota pelaku industri kecil menengah (IKM) yang tergabung dalam perkumpulan ini juga pasokan bahan baku baja lapis alumunium-seng (BjLAS) dalam negeri yang terbatas.

“Melonjaknya harga baja di dunia hingga 100 persen menjadi se buah ancaman yang sangat serius bagi kami selaku pelaku usaha IKM baja ringan nasional, apalagi produsen bahan baku BjLAS dalam negeri belum memenuhi permintaan secara keseluruhan, “katanya.

Saat ini, ia memperkirakan kebutuhan baja di 2021 bisa mencapai 1,8 juta ton-2 juta ton seiring dengan membaiknya kegiatan ekonomi, atau lebih tinggi dari 2020 yang hanya mencapai 1,1 juta ton dengan pasokan dipenuhi dari dalam negeri.

“Kondisi demikian harus bisa disikapi dengan proporsional dan bijak jangan sampai pemerintah selaku regulator yang malah malah melakukan langkah-langkah yang salah yang berakibat mematikan industri baja ringan, “katanya.

Iklan

Dalam kesempatan yang sama, pelaku usaha IKM baja ringan, Fajar Adriansyah mengatakan kondisi kelangkaan bahan baku bisa berlangsung bila Kebijakan anti dumping terhadap sektor BjLAS jadi diberlakukan pemerintah.

Menurut dia, wacana penerapan bea masuk anti dumping at as sektor baja tersebut bisa menaikkan harga bahan baku industri baja ringan hingga berkali-kali lipat dan secara tidak langsung mempengaruhi ratusan pekerja baja.

“Tanpa anti dumping harga saat ini sudah sangat mahal, jadi pemerintah yang dikeluarkan Kebijakan yang malah mempersulit pelaku usaha yang lebih baik mereka fokus pada pemenuhan bahan baku industri yang saat ini mahal dan mengalami kelangkaan, “ujarnya.

Baca juga : Kemenperin dorong pengembangan ekonomi sirkular produk baja slag

Baca juga: Legislator ingatkan baja impor murah ancam industri dalam negeri

Baca juga: Krakatau Steel: Industri baja nasional masih memiliki peluang besar


Pewarta: Satyagraha

Editor: Faisal Yunianto

HAK CIPTA © ANTARA 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here