Hari ini kemungkinan rupiah bisa menguat karena pasar tidak mengkhawatirkan kebijakan kebijakan moneter AS yang lebih ketat meskipun data inflasi AS menunjukkan kenaikan 5 persen tahun ke tahun

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini diperkuat ditopang sentimen positif eksternal dan domestik.

Pada pukul 9.49 WIB, rupiah menguat 31 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp10.217 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp22.217 per dolar AS.

“Hari ini rupiah kemungkinan bisa menguat karena pasar tidak mengkhawatirkan kebijakan moneter AS ke arah yang lebih ketat meskipun data inflasi AS menunjukkan kenaikan 5 persen tahun ke tahun,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat.

Para analis me ngatakan meski inflasi meningkat tapi hanya sementara, bank sentral AS Kemungkinan tidak akan mengubah kebijakannya dalam waktu dekat.

Selain itu dari dalam negeri, data penjualan April mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. dengan pengawasan tingkat keyakinan konsumen sebelumnya.

Iklan

“Ini juga bisa memberikan dampak positif terhadap rupiah,” ujar Ariston.

Ariston mengatakan rupiah hari ini mungkin menguat hingga kisaran Rp14.200 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp22.255 per dolar AS.

Pada Kamis (10/6) lalu, rupiah ditutup 2 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp22.255 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.253 per dolar AS.

Pewarta: Citro Atmoko

Redaksi: Faisal Yunianto

HAK CIPTA © ANTA RA 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here